Rabu, 02 Desember 2015

PHBS

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


A. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
 
            Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Dinkes, 2006).



      B. Tujuan PHBS

Tujuan PHBS adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat agar hidup sehat, serta meningkatkan peran aktif masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal (Dinkes,2006). Ada 5 tatanan PHBS yaitu Rumah Tangga, Sekolah, Tempat Kerja, Sarana Kesehatan dan Tempat Tempat Umum. Tatanan adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup, bekerja, bermain, berinteraksi dan lain-lain. Untuk mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ditiap tatanan diperlukan pengelolaan manajemen program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggerakan pelaksanaan sampai dengan pemantauan dan penilaian.



      C. Tatanan PHBS



1.    PHBS di Rumah

            PHBS rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga, agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Terdapat 10 indikator PHBS di dalam rumah tangga, yakni :



a.    Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

Yang dimaksud tenaga kesehatan disini seperti dokter, bidan dan tenaga paramedis lainnya. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa masyarakat yang masih mengandalkan tenaga non medis untuk membantu persalinan, seperti dukun bayi. Selain tidak aman dan penanganannya pun tidak steril, penanganan oleh dukun bayi inipun dikhawatirkan berisiko besar dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi.



b.    Memberi bayi ASI Eksklusif

Seorang ibu dapat memberikan buah hatinya ASI Eksklusif yakni pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada bayi mulai usia nol hingga enam bulan.



c.    Menimbang Balita setiap bulan

Penimbangan bayi dan Balita setiap bulan dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan Balita tersebut setiap bulan. Penimbangan ini dilaksanakan di Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) mulai usia 1 bulan hingga 5 tahun. Setelah dilakukan penimbangan, catat hasilnya di buku KMS (Kartu Menuju Sehat). Dari sinilah akan diketahui perkembangan dari Balita tersebut.



d.    Menggunakan Air Bersih

Gunakan air bersih dalam kehidupan sehari-hari seperti memasak, mandi, hingga untuk kebutuhan air minum. Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.



e.    Mencuci tangan pakai sabun

Mencuci tangan di air mengalir dan memakai sabun dapat menghilangkan berbagai macam kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga tangan bersih dan bebas kuman. Cucilah tangan setiap kali sebelum makan dan melakukan aktifitas yang menggunakan tangan, seperti memegang uang dan hewan, setelah buang air besar, sebelum memegang makanan maupun sebelum menyusui bayi.



f.     Gunakan Jamban Sehat

Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. Ada beberapa syarat untuk jamban sehat, yakni tidak mencemari sumber air minum, tidak berbau, tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus, tidak mencemari tanah sekitarnya, mudah dibersihkan dan aman digunakan, dilengkapi dinding dan atap pelindung, penerangan dan ventilasi udara yang cukup, lantai kedap air, tersedia air, sabun, dan alat pembersih.



g.    Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

Lakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) di lingkungan rumah tangga. PJB adalah pemeriksaan tempat perkembangbiakan nyamuk yang ada di dalam rumah, seperti bak mandi, WC, vas bunga, tatakan kulkas, dan di luar rumah seperti talang air, dll yang dilakukan secara teratur setiap minggu. Selain itu, juga lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M (Menguras, Mengubur, Menutup).



h.    Makan buah dan sayur setiap hari

Konsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan karena banyak mengandung berbagai macam vitamin, serat dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.



i.      Melakukan aktifitas fisik setiap hari

Aktifitas fisik, baik berupa olahraga maupun kegiatan lain yang mengeluarkan tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.Jenis aktifitas fisik yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari yakni berjalan kaki, berkebun, mencuci pakaian, dan lain-lainnya.



j.      Tidak merokok di dalam rumah

Di dalam satu puntung rokok yang diisap, akan dikeluarkan lebih dari 4.000 bahan kimia berbahaya, diantaranya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida (CO).









2.    PHBS di Sekolah

PHBS di sekolah bisa diartikan sebagai kebiasaan/perilaku positif yang dilakukan oleh setiap siswa, guru, penjaga sekolah,petugas kantin sekolah, orang tua siswa dan lain-lain yang dengan kesadarannya untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya serta aktif dalam menjaga lingkungan sehat di sekolah.

Ada 8 indikator PHBS di sekolah antara lain adalah :

a.    Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun

Karena air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit, bila digunakan maka kuman dan bakteri berpindah ke tangan. Sedangkan dengan memakai sabun maka kotoran dapat dibersihkan dan juga sabun bisa membunuh kuman, karena itu biasakan mencuci tangan dengan memakai air bersih yang mengalir dan memakai sabun.



b.    Jajan di kantin sekolah yang sehat

Sebab bila jajan sembarangan, kita tidak bisa memastikan apakah jajanan tersebut bersih, sehat, bergizi dan aman dikonsumsi.



c.    Membuang sampah pada tempatnya

Sampah merupakan sarang kuman dan bakteri penyakit. membuang sampah pada tempatnya menghindarkan tubuh agar tidak tertular penyakit dan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah.



d.    Mengikuti kegiatan olah raga di sekolah dengan terukur dan teratur

Agar tubuh selalu bugar, lebih bersemangat dalam belajar, memelihara fisik dan mental agar tetap bugar dan tidak mudah sakit serta untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik yang optimal.



e.    Mengukur berat badan dan tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan

Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan badan serta status gizi. Agar pertumbuhan anak dapat berkembang secara optimal.



f.     Bebaskan diri dari asap rokok

Karena banyak sekali efek negatif yang ditimbulkan oleh rokok, antara lain terjangkit penyakit kanker paru-paru, kanker mulut, penyakit jantung, batuk kronis, kelainan kehamilan, katarak, kerusakan gigi, dan efek ketagihan serta ketergantungan terhadap rokok.



g.    Memberantas jentik nyamuk

Untuk memutuskan mata rantai siklus hidup nyamuk, sehingga nyamuk tidak berkembang di lingkungan sekolah. Khususnya jentik nyamuk Aedes aeghypty yang menyebabkan penyakit DBD, karena nyamuk ini menggigit pada siang hari dimana siswa sedang belajar.



h.    Buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban sekolah

Untuk menjaga agar lingkungan selalu bersih, sehat dan tidak berbau. Supaya tidak mencemari sumber air dilingkungan sekitar.








3.    PHBS di Tempat Umum

            PHBS di tempat-tempat umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat-tempat umum agar tahu, mau dan, mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat-tempat umum sehat. Tempat-tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat-Tempat Umum yaitu :



a.    Menggunakan air bersih

Air yang kita pergunakan di tempat-tempat umum haruslah air bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.



b.    Menggunakan jamban

Buang air besar dan buang air kecil haruslah di jamban untuk
mencegah penularan penyakit, karena tinja dan urine (air
kencing) banyak mengandung kuman penyakit.



c.    Membuang sampah pada tempatnya

Kebersihan pangkal kesehatan. Jika menginginkan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar menjadi sehat, maka kebersihan yang harus menjadi awal untuk mencapai tujuan.





d.    Tidak merokok di tempat umum

Tempat-tempat umum penuh dengan pengunjung, mulai dari
bayi sampai usia lanjut, akan terpapar asap rokok yang berbahaya
untuk kesehatannya.



e.    Tidak meludah sembarangan

Ludah bisa mengandung bibit penyakit terutama pada orang yang sedang sakit, contohnya penderita penyakit TBC, dahaknya mengandung kuman TBC. Untuk menghindari diri dari penyakit,
masyarakat di tempat-tempat umum haruslah membuang ludah di
tempat sampah atau pergi ke toilet.



f.     Memberantas jentik nyamuk

Memeriksa tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di tempat-tempat Umum (bak mandi, kolam, dll) apakah bebas dari jentik nyamuk atau tidak sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah, malaria dan kaki gajah.






4.    PHBS di Tempat Kerja

PHBS di tempat kerja merupakan upaya memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. Penerapan PHBS di tempat kerja diperlukan untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan kesehatan pekerja agar tetap sehat dan produktif. Manfaat PHBS di tempat kerja diantaranya masyarakat di sekitar tempat kerja menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit, serta lingkungan di sekitar tempat kerja menjadi lebih bersih, indah, dan sehat.

Ada beberapa indikator PHBS di tempat kerja antara lain adalah :

a.      Tidak merokok di tempat kerja

b.      Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja.

c.      Melakukan olahraga secara teratur/aktivitas fisik

d.      Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan buang air kecil

e.      Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja.

f.       Menggunakan air bersih.

g.      Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar.

h.      Membuang sampah pada tempatnya. 

i.       Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan.






5.    PHBS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit)

                        PHBS di institusi kesehatan merupakan upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung, dan petugas agar tahu, mampu, dan mampu mempraktikkan hidup perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan intitusi kesehatan ber-PHBS. PHBS di Institusi Kesehatan sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit, infeksi nosokomial dan mewujudkan Institusi Kesehatan yang sehat.

                        Beberapa indikator yang dipakai sebagai PHBS di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu :

a.       Mencuci tangan pakai sabun (hand rub/hand wash).

b.      Penggunaan air bersihpenggunaan jamban sehat\Membuang sampah pada tempatnya.

c.       Larangan merokok.

d.      Tidak meludah sembarangan.

e.       Pemberantasan jentik nyamuk.









Sumber:



Amalimuadz. 2011. “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja”. http://puskesmasrimbo9.blogspot.com/2011/07/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs-di_1843.html (diakses pada tanggal 5 september 2015).

Damanik, Ericson. 2015. “ Pengertian PHBS Menurut Ahli” . http://sheringtipshidupsehat.blogspot.com/2015/04/pengertian-phbs-menurut-ahli.html (diakses pada tanggal 5 september 2015).

Indah, Mustika Iceu. 2010. “PHBS di Lima Tatanan dan Indikatornya”. http://catatanharianiceu.blogspot.com/2010/05/phbs-di-lima-tatanan-dan-indikatornya.html (diakses pada tanggal 5 september 2015).

Lukitosari, Dewi. 2011. “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah”. http://dewilukitosari2.blogspot.com/2011/12/perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-phbs-di.html (diakses pada tanggal 5 september 2015).

Wardojo, Sigit. 2014. “Terapkan 10 Indikator PHBS Dalam Lingkungan Keluarga”. http://dinkes.bantenprov.go.id/read/pengumuman/8/Terapkan-10-Indikator-PHBS-Dalam-Lingkungan-Keluarga.html (diakses pada tanggal 5 september 2015).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar